Penyusun Fahmin Nur Farizi
SJF (Shortest Job First)
Pada algoritma ini
setiap proses yang ada di ready queue akan dieksekusi
berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting
time yang pendek untuk setiap proses dan karena hal tersebut
maka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek, sehingga
dapat dikatakan bahwa algoritma ini adalah algoritma yang optimal.
Process
|
Arrival Time
|
Burst Time
|
P1
|
0.0
|
7
|
P2
|
2.0
|
4
|
P3
|
4.0
|
1
|
P4
|
5.0
|
4
|
Contoh: Ada 4 buah proses yang datang berurutan yaitu
P1 dengan arrival time pada 0.0 ms dan burst time 7
ms, P2 dengan arrival time pada 2.0 ms dan burst time 4
ms, P3 dengan arrival timepada 4.0 ms dan burst time 1
ms, P4 dengan arrival time pada 5.0 ms dan burst time 4
ms. Hitunglah waiting time rata-rata dan turnaround
time dari keempat proses tersebut dengan mengunakan algoritma SJF.
Average waiting time rata-rata untuk
ketiga proses tersebut adalah sebesar (0 +6+3+7)/4=4 ms.
Average waiting time rata-rata untuk
ketiga prses tersebut adalah sebesar (9+1+0+2)/4=3 ms.
Ada beberapa kekurangan dari algoritma ini yaitu:
1. Susahnya untuk
memprediksi burst time proses yang akan dieksekusi selanjutnya.
2. Proses yang
mempunyai burst time yang besar akan memiliki waiting
time yang besar pula karena yang dieksekusi terlebih dahulu adalah
proses dengan burst time yang lebih kecil.
Algoritma ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Preemptive .Jika ada proses yang
sedang dieksekusi oleh CPU dan terdapat proses di ready queue dengan burst time
yang lebih kecil daripada proses yang sedang dieksekusi tersebut, maka proses
yang sedang dieksekusi oleh CPU akan digantikan oleh proses yang berada
di ready queue tersebut. Preemptive SJF sering
disebut juga Shortest-Remaining- Time-First scheduling.
2. Non-preemptive .CPU tidak memperbolehkan
proses yang ada di ready queue untuk menggeser proses yang
sedang dieksekusi oleh CPU meskipun proses yang baru tersebut mempunyai burst
time yang lebih kecil.
SRF (Shortest Remaining
First)
Shortest Remaining First (SRF)
Pada algoritma
ini setiap proses yang ada di ready queue akan dieksekusi
berdasarkan burst timeterkecil. Hal ini mengakibatkan waiting
time yang pendek untuk setiap proses dan karena hal tersebut
maka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek, sehingga
dapat dikatakan bahwa algoritma ini adalah algoritma yang optimal.
Tabel Contoh Shortest Job First
Contoh: Ada 4
buah proses yang datang berurutan yaitu P1 dengan arrival time pada
0.0 ms dan burst time 7 ms, P2 dengan arrival time pada
2.0 ms dan burst time 4 ms, P3 dengan arrival timepada
4.0 ms dan burst time 1 ms, P4 dengan arrival time pada
5.0 ms dan burst time 4 ms. Hitunglah waiting time rata-rata
dan turnaround time dari keempat proses tersebut dengan mengunakan
algoritma SJF. Average waiting time rata-rata untuk ketiga
proses tersebut adalah sebesar (0 +6+3+7)/4=4 ms.
RR (Round Robin)
Algoritma ini menggilir
proses yang ada di antrian. Proses akan mendapat jatah sebesar time quantum. Jika time quantum-nya habis
atau proses sudah selesai, CPU akan dialokasikan ke proses berikutnya. Tentu
proses ini cukup adil karena tak ada proses yang diprioritaskan, semua proses
mendapat jatah waktu yang sama dari CPU yaitu (1/n), dan tak akan menunggu
lebih lama dari (n-1)q dengan q adalah lama 1 quantum.
Algoritma ini sepenuhnya
bergantung besarnya time
quantum. Jika terlalu besar, algoritma ini akan sama saja
dengan algoritma first
come first served. Jika terlalu kecil, akan semakin banyak
peralihan proses sehingga banyak waktu terbuang.
Permasalahan utama pada Round Robin adalah
menentukan besarnya time
quantum. Jika time quantum yang
ditentukan terlalu kecil, maka sebagian besar proses tidak akan selesai dalam 1 quantum. Hal ini tidak
baik karena akan terjadi banyak switch,
padahal CPU memerlukan waktu untuk beralih dari suatu proses ke proses lain
(disebut dengan context switches time). Sebaliknya, jika time quantum terlalu
besar, algoritma Round
Robin akan berjalan seperti algoritma first come first served. Time quantum yang
ideal adalah jika 80% dari total proses memiliki CPU burst time yang lebih
kecil dari 1 time
quantum.
Gambar 14.4. Urutan Kejadian Algoritma Round Robin

Komentar
Posting Komentar